Rabu, 13 Februari 2013

UJI CITARASA KOPI: SIAPA TAKUT?

Untuk teman-teman di @CafeSarongge:
Salam kebebasan berasa (dan tentunya juga mikir dikit) ..

Singkatnya kami bangga mengajak teman2 utk cicip, cecap, cerap & minum kopi (tak harus yg gila kopi atau kecanduan kopi) utk melihat lebih jauh bagaimana berbagai citarasa kopi dpt ‘ditangkap indera manusia’. Gampangnya: Mana yg paling enak? Mengapa? Mari kita temukan jawabnya bersama. Banyak orang sudah mencoba memasuki relung2 rasa dan aroma kopi, dan kemudian menyingkapkannya utk orang lain dg kata2 serba canggih sampai kita kagak ngarti, tapi apalah artinya semua itu jika kita sendiri tak merasakannya. Ketika kita dpt merasakan “keaslian” dari kopi2 itu, tentu kita juga dpt menilainya dan kemudian memilihnya. Kalau masih skeptis juga, ya gapapa, silakan seperti biasanya minum sembarangan kopi, tapi ingat kopi yg Anda minum menentukan siapa diri Anda. :) You are what you drink.

Tapi bukankah pada umumnya orang memang asal minum kopi karena inderanya rada2 tumpul? Bayangkan kalau kita masuk ke kedai kopi bergengsi lalu ditawari kopi2 yg tak kita mengerti apa bedanya satu dari yg lain. Mungkin Anda akan merasa kurang berharga karena ada suatu ‘fakultas’ dlm diri Anda yang tak ada, atau belum dikembangkan. Pengalaman uji citarasa kopi menawarkan pd Anda satu tingkat sedikit lebih sensible tt bagaimana menggunakan atau menerapkan hidung dan lidah kita sendiri, atau pancaindera kita seumumnya, yg selama ini kita pergunakan secara begitu2 saja, dangkal, tanpa sempat mencecap baik2 dan kemudian mencerapnya dalam akalbudi kita tt apa yg baru saja kita rasakan atau kita cium (pendekatan aristotelian).

Uji citarasa kopi ini akan membuat Anda setidaknya lebih sadar ternyata Anda dpt juga menjadi seorang “coffee grader”. Anda akan berkenalan dg rentang & spektrum citarasa dan aroma: beberapa detilnya; keaslian kopi sebelum direkayasa dg berbagai rasa asing, sebelum ada substansi tambahan atau sebelum dicampuri oleh kecanggihan peralatan seduh kopi. Maka, sebenarnya: Hanya dg satu langkah lagi, yg akan jadi perhitungan dan keuntungan Anda sendiri, siapa tahu Anda dpt memperoleh suatu formalitas utk jadi “coffee grader” sungguhan.. :)

Tapi jangan salah ya.. Uji citarasa kopi ini, sekali lagi, lebih terkait pada "single coffee", artinya kopi asli belum dicampur2, berasal dari satu lokalitas berekosistem utuh-terpisah, belum diolah2 oleh para brewers atau tukang racik secanggih apa pun dan dari mana pun. Jadi peserta akan berkenalan dg citarasa asli yg berasal dari “sono”-nya atau dari alam langsung atau dari “Tuhan” (kalau Anda tidak tak setuju), setelah tentunya kita percaya pada para petani bahwa pengelolaan panen dan pasca-panennya telah dilakukan dg baik (atau lebih baik).

Langkah2nya nanti kira2 begini:
  • Pengantar: tujuan & apa yg bisa didapatkan peserta
  • Langsung praktik menggunakan hidung dan lidah utk menguji komponen2 rasa/aroma kopi2 ybs peserta sebanyak2nya hanya 10 orang, supaya tak terlalu kerepotan ..
  • Durasi: 1 s.d. 2 jam
  • Kopi dari mana yg kita uji? Setidaknya 3 atau 4 jenis kopi dari asal berbeda tapi semuanya kopi varietal arabica. Kami mau coba kopi Manggarai Flores, Habinsaran Danau Toba, Takengon Aceh, Java Menoreh.
  • Pendekatannya? Uji buta (blind cupping), ini untuk menjamin objektivitas: Kopi2 ini nanti tidak akan diberi nama tapi cuma angka/huruf; Maka mereka yg sudah tahu atau menyiapkan tidak diperkenankan ikut.
  • Selanjutnya? Untuk langkah2 lebih detil dpt dilihat di sini: coffeeresearch.org: http://bit.ly/VdSgZE 
  • Apa saja dari aspek kopi yg akan kita uji? Sebelas komponen (sweetmarias: http://bit.ly/nXJNKs; jumlah dan pertimbangan banyaknya komponen ini sudah lebih lengkap drpd yg distandarkan oleh SCAA): 1fragrance/bau-sebelum-digiling, 2aroma setelah diseduh, 3body/kekentalan, 4acidity/keasaman, 5flavor/citarasa, 6tingkat-karamelisasi/bittersweetness,7rasa akhir/finish/aftertaste, 8complexity/balance/keseimbangan, 9clean-cup/kesan-umum-rasa, 10uniformity/keseragaman, 11cupper’s correction/penilaian-ulang.
  • Catatan: Karena menilai kopi secara kualitatif bisa lebih sulit, maka kami usulkan para pencicip menilai (wajib) dg bantuan formulir2 kecil. Seandainya ada pencicip menolak penilaian kuantitatif, maka dia wajib menilai dalam ungkapan2 "sastra kopi" (kualitatif, yi komentar, kesan dari peserta2 sendiri). Penilaian kuantitatif dilakukan dalam dua ronde: yg pertama langsung pada 9 komponen pertama; lalu ditambah dg 2 komponen kontrol 'objektivitas'; rekapitulasi penghitungan (mohon ditunggu, perlu sekitar 10 menit, sambil minum kopi?)
  • Peserta dan keperluan: Maksimum 10 orang (soalnya kalau lebih dari 10 akan jadi terlalu ‘crowded’); diperlukan: 1) ruang yang mencukupi utk semua peserta bergerak cukup bebas; 2) akses listrik utk menggiling kopi yg telah disangrai; 3) meja agak lebar, agak panjang; 4) cangkir seragam sebanyak 15 buah (4 jenis kopi x 3 = 12 cangkir ukuran 150ml atau cangkir ukuran biasa, plus 3 cangkir sejenis tambahan); 5) sendok makan 15 buah; 6) 5 buah piring kecil; 7) alat tulis (ballpoint, pensil); dan tentunya perlengkapan vital terkait kopi yang secara terpisah akan kami bawa dari bengkel kopi kami yi: penggiling biji kopi tersangrai.
  • Acuan tambahan:
  1. Rentang Citarasa >> http://bit.ly/12tzzRH
  2. Citarasa kopi >> http://bit.ly/iTBLGz
  3. KOPI INSTAN = PERZINAHAN KOPI = KOPI LONT.. >> http://bit.ly/X89rt6
 @KoffieGoenoeng Fdt Jkt

2 komentar:

  1. Duh, kenapa ketika ada acara seperti ini saya tak bisa hadir.
    Sangat ingin tau bagaimana sih caranya menilai cita rasa kopi asli Indonesia (apalagi ini langsung dari petani kopinya).

    Mau tanya pak, dari 4 jenis arabika ini..sekiranya yang "body"nya lebih terasa itu yang mana?
    Berniat u/ beli "roasted beans"nya nih pak...

    BalasHapus
  2. Kami bersedia untuk kapan-kapan khusus mengadakan uji rasa kopi (siapa takut) untuk Anda plus maksimal 9 orang yang lain. Kalau punya biji kopi greenbeans (yg langsung dr petani itu) bisa kiranya kita ikutsertakan .. Bagaimana?

    BalasHapus