| Teko kopi Arab |
Sejarawan memperkirakan sufi yang dimaksud itu adalah Abu’l-Hasan ‘Ali ibn Umar. Ia pernah tinggal di istana Sadaddin II, seorang sultan di Etiopia Selatan. `Ali ibn Umar kemudian kembali ke Yaman dengan membawa pengetahuan bahwa buah-buah kopi itu tidak hanya bisa dimakan tapi juga memiliki khasiat bisa bikin orang melèk, melawan kantuk. Sampai hari ini `Ali ibn Umar dimeteraikan jadi pelindung suci bagi petani kopi, pemilik kedai kopi dan para peminum kopi. Di Aljazair kopi sering disebut juga dengan kata “shadhiliyya” untuk menghormati `Ali ibn Umar.

