Tampilkan postingan dengan label keadaan petani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keadaan petani. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Desember 2015

Kopi Palintang

KAMI sudah ditanya oleh banyak pihak: Apa itu sebenarnya kopi Palintang? Rupanya banyak peminat dan pencinta kopi mulai penasaran tentang transparansi dari kopi ini. Ini memang “janji” kami selama ini. Yg paling penting kiranya adalah temuan kami atas karakter utama dari citarasa kopi Palintang. Ada tiga karakter citarasa kopi yg kami temukan dari tiga jenis pengelolaan pasca-panen, yi.: proses natural/kering, proses “madu” (honey) dan proses “basah” (full washed).

Proses natural telah membantu kami untuk upaya mendefinisikan apa citarasa utama dari kopi ini. Kami mencium keharuman pisang selai tapi setelah kopi beristirahat lebih lama tercium pula citarasa nangka, tapi juga gula merah (gulali), vanilla, kacang-kacangan, plus juga citarasa jeruk segar. Proses “madu” rupanya memperlembut sensasi rasa dari kopi Palintang ini. Terus-terang saya suka dg sensasi lembut dari hasil proses madu yang segar ini. Pisang selai, nangka, vanilla, kacang tetap berasa citarasanya dari kopi proses madu ini tapi dalam dimensi yang lebih halus.

Jumat, 04 Januari 2013

Abandoned Coffee Plants in W. Java


Bourbon or Catuai 
in Garut of WJava?
We discover our quite close farmer-friend Asep Sukatani who claims himself as vegetable grower in fact is also a part of a community who has Arabica coffee plants in their plots of land. We visited in December and we find that in the past they had even more the much appraised coffee varietal of the old typica.

However we will have to re-grow it because all existing coffee plants among the vegetable fields, we suspect, are of the new ones, i.e. the coffee varietals developed in Jember of East Java. Local government’s office overseeing commodity plants distribute the seedling freely from time to time for the farmers to grow.

Sabtu, 31 Desember 2011

‘Geografi‘ Citarasa Tembakau di balik Pahit Manis Kopi Arabika Lembah Sumbing-Sindoro

Judul tulisan bukan terutama karena mau menyindir kehadiran kopi arabika di lembah kedua gunung berdampingan di Jawa Tengah ini di balik ‘kisruh masalah politik ekonomi budidaya tembakau’, tapi barangkali memang tak keliru tengara citarasa kopi berkelas internasional dari kawasan ini jika Anda cecap sendiri.

Penasaran bagaimana rasanya? Ini percobaan identifikasi yang kami setelah mencicip pertama kalinya (tadi pagi):