Tampilkan postingan dengan label pertanyaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanyaan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Agustus 2013

Kopi Lanang, Kopi Jomblo

"Kopi Lanang" dlm bentuk kopi beras
dari kebun Rengganis, Jember, Jatim
BELUM LAMA INI seorang kawan bertanya, apakah kopi lanang dpt dibudidayakan secara khusus? Tapi, tampaknya, kawan penanya ini sebenarnya sekaligus juga kurang mengenal apa itu “kopi lanang” .. Kami berniat menawarkan suatu tanggapan atas pertanyaan ini tapi sekaligus juga membuka diskusi kalau ada yg tertarik membahasnya. Silakan ..

Tampaknya perlu kita tanggapi terlebih dahulu latar belakang pertanyaan tt kopi lanang (peaberry) ini. Sebenarnya kami merasa ini pertanyaan agak 'kurang umum' dlm pengertian kami tak sangka pertanyaan ini muncul, tapi sekaligus kami sadari jangan2 kami keliru mengira krn kurang pengetahuan atau kurang keyakinan, karena jangan2 memang suatu ketika kopi lanang dpt dibudidayakan yak .. Selama ini kami pikir dan kami anggap begitu saja benar bahwa timbulnya kopi lanang merupakan fenomen alamiah shgg utk merekayasa secara khusus tentunya diperlukan teknologi genetik yg sangat canggih, di luar kemampuan orang awam.

Senin, 19 Agustus 2013

Mutu Minuman Kopi

Ini foto yg kami jepret baru2 ini:
Kopi arabika berjuluk tentatif
Java Sunda Papandayan.
Kopi ini nyaris kami kelola sendiri
setelah sampai
pada petani pengumpul ..
Anda mungkin akan heran:
Citarasanya segar spt sirup,
acidity asam jawa (tamarind),
buah anggur & coklat.
MUTU kopi bergantung pada berbagai faktor. Apakah kopi itu masih segar, alias baru saja keluar dari penyangraian, sudah berapa lama jarak waktu antara kopi yang berada di tangan Anda saat aktual dan saat, hari kapan disangrai.

 Dan yang sifatnya lebih “imperatif” lagi adalah kapan digiling, kapan biji-biji kopi tersangrai itu dijadikan bubuk kopi. Mengapa “imperatif”? Karena memang pada saat digiling itulah biji-biji kopi melepaskan, menghambur, menyebarkan aroma (kering)-nya. Sebelum digiling sebagian besar komponen dari aroma dan semua kandungan lain dari kopi, katakanlah, masih tersimpan di dalam butir2 biji kopi tersangrai.

Kalau sudah terlalu lama sejak digiling atau dihancurkan jadi bubuk, maka aroma kopi sudah menyebar, sudah sirna, sudah terbang di udara. Seperti dipraktikkan di kebanyakan pasar2 kecamatan terdekat dr areal budidaya kopi, sangat disayangkan, bahwa aroma kering kopi itu justru menyebar hanya di tempat penggilingan, dan bukan di tempat di mana orang hanya mau menikmati kopi. Kalau kopi yang mau kita nikmati itu memang berasal dari biji-biji kopi yang bermutu (ditentukan oleh mutu budidaya dan panennya, pemrosesan serta pengolahannya), tentunya jelas bahwa memang kopi-kopi semacam itulah yang lebih kita harapkan.

Minggu, 11 Agustus 2013

Mana cara seduh kopi paling cocok untuk orang super-sibuk atau ogah repot?

Memilih alat seduh kopi untuk keperluan menikmati kopi di rumah, bagaimana pun pada akhirnya memang perlu memperhatikan beberapa hal: kesukaan (kepraktisan? selera?), fitur dari alat ybs, mèrek, biaya (harga). Nah, ada seorang kawan yang hari-harinya sangat sibuk, seolah-olah dari pagi sampai petang penuh dengan acara. Berhenti sejenak buat bikin kopi sendiri di rumah pun dirasakan sangat rugi tapi tetap mau menikmati di rumah. Pertanyaannya: Apa atau mana cara seduh kopi dan peralatannya yang sesuai untuk dia ini? Apakah mesin seduh kopi espresso cocok untuknya? Berikut ini surat yang kami layangkan untuk kawan kita yang ogah rempong itu ..

Kamis, 03 November 2011

Dari Yuyun: Pernah coba kopi yang asam & akibatnya jadi buang gas terus ..

Ada tanggapan dari seorang peminum kopi kami. Berikut ini pesannya yang kemudian kami tanggapi dengan tantangan lebih lanjut tentang latarbelakang citarasa kopi, kandungan acid/asam dalam kopi, beda kopi arabika & robusta, gejala buang gas setelah minum kopi asam dan kemungkinan pencegahannya tapi sekaligus tetap dapat menikmati kekayaan citarasa kopi arabika ..
Saya sudah coba yang Manggarai. Ternyata tidak terlalu asam. Tadinya saya khawatir akan sakit perut karena pernah coba kopi yang asam dan akibatnya jadi buang gas terus. Nanti kalo perlu lagi saya pesan lewat akun ini ya. Thanks. Yuyun
Perhatian kami sesungguhnya tertuju pada gejala buang gas terus itu. Baru kali ini kami mendengar keluhan ini dari para peminum kopi. Biasanya orang lebih mengeluh masalah lambung berasa tak enak karena anggapan bahwa minum kopi yang asam akan merangsang munculnya asam lambung.

Rabu, 04 Agustus 2010

Setengah kg kopi untuk berapa hari? Digiling atau digoreng?

How About a Nice Cup of Shut the F*ck Up? Coffee MugSeorang teman bernama Rina memesan kopi Gunung tapi ia bertanya kepada kami begini: "Setengah kilogram kopi itu kira-kira untuk berapa hari? Mana yang lebih baik, digiling atau digoreng?" Rina akan pergi ke Amerika Serikat dan ingin membawa oleh-oleh kopi untuk seorang temannya pesuka kopi, dia asal Indonesia dan sedang tinggal di Amerika.
Barangkali banyak teman pembaca blog ini juga memiliki pertanyaan yang mirip. Saya berupaya menjawab pertanyaan ini. Barangkali bukanlah anjuran yang terbaik, tapi kiranya dapat dipertimbangkan. Atau barangkali ada pembaca lain yang ingin memberikan komentar atau nasihat..
Untuk Rina,
Saya akan menjawab pertanyaanmu ini satu per satu. Pertanyaanmu tentang ‘setengah kilo kopi dapat digunakan untuk berapa hari’ sebenarnya terkait dengan ‘sebaiknya berapa gram orang meng-‘aplikasi’-kan kopi tersangrai-tergiling (bubuk kopi, coffee ground) ketika ia mau minum kopi.’ Sudah ada sih penjelasan yang kadang-kadang tercantum dalam kemasan kopi yang dijual. Tapi belum tentu orang memikirkannya sungguh-sungguh.